PATI | NPN.id — Ribuan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026), berkumpul di Alun-Alun Pati untuk menggelar syukuran besar menyusul penetapan status tersangka dan penahanan Bupati nonaktif Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Acara yang berlangsung sejak siang hingga sore itu dimeriahkan dengan doa bersama, pembagian makanan hingga aksi simbolik cukur gundul kepala oleh sejumlah warga.
Pantauan di lokasi menunjukkan alun-alun penuh sesak oleh masyarakat dari beragam elemen, termasuk berbagai komunitas warga yang datang membawa nasi berkat dan perlengkapan doa. Dalam sambutannya, tokoh masyarakat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan syukur dan lega atas langkah langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK terhadap kasus dugaan praktik jual beli jabatan perangkat desa yang menyeret Sudewo.
Selain doa bersama dan makan bersama, salah satu momen paling menarik perhatian adalah aksi pemenuhan nazar oleh sejumlah warga yang rela mencukur rambut hingga habis atau “cukur gundul”. Beberapa warga juga berlari mengelilingi alun-alun sebagai bagian dari simbol menghapus beban perjuangan panjang mereka selama ini. Bagi mereka, penahanan Sudewo dianggap sebagai titik balik dalam usaha menegakkan keadilan dan mengakhiri praktik korupsi yang dinilai merugikan masyarakat.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya inisiatif masyarakat yang merasa lega karena proses hukum mulai berjalan. Warga berharap penanganan kasus ini dapat memberi efek jera sekaligus membuka peluang bagi Kabupaten Pati untuk dipimpin pemimpin yang lebih bersih dan peduli pada kebutuhan rakyat.
KPK sendiri sebelumnya telah mengamankan Sudewo dalam operasi tangkap tangan terkait kasus jual beli jabatan perangkat desa. Dalam penyelidikan, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti termasuk uang tunai miliaran rupiah yang diduga terkait praktik korupsi tersebut.
