PWNU Jatim di Gresik: Ziarah ke KH Faqih Maskumambang, KH Hamid Faqih dan KH Abd Jabbar Berlangsung Khidmat

GRESIK - Ziarah Muassis dan Muharrik Nahdlatul Ulama (NU) yang diinisiasi oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) dilaksanakan secara serentak di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026) pagi.

Salah satu titik kegiatan berlangsung di Zona 3, Kabupaten Gresik. Sejumlah perwakilan PWNU Jatim dari jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah melaksanakan ziarah bersama jamaah yang terdiri atas PCNU Gresik, MWCNU, pengurus ranting, badan otonom, serta lembaga-lembaga NU.

Rombongan bertolak dari titik kumpul di MTs Ihyaul Ulum menuju makbarah KH Faqih Maskumambang dan KH Hamid Faqih sebagai destinasi awal. Ziarah kemudian dilanjutkan ke makbarah KH Abdul Jabbar. Seluruh makam para pendahulu Nahdlatul Ulama tersebut berada di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran PWNU Jatim, di antaranya Wakil Rais Syuriyah KH Abd Matin Djawahir, Wakil Katib KH Ilhamullah Sumarkan, Wakil Ketua Gus Hakim Jayli, serta Wakil Sekretaris PWNU Jatim KH Ahmad Fakhruddin.

Mewakili PWNU Jatim, Wakil Katib KH Ilhamullah Sumarkan menyampaikan informasi terkait rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh PWNU Jatim. Ia menjelaskan bahwa ziarah makam Muassis NU digelar selama dua hari dan terbagi ke dalam 11 titik di Jawa Timur.

“Hari ini PWNU melaksanakan program ziarah makam Muassis yang terbagi ke 11 titik. Pada hari yang sama juga digelar Istighatsah Kubro di Stadion Supriyadi, Blitar, yang dihadiri sekitar 40 ribu jamaah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada Ahad (25/1/2026) akan dilaksanakan ziarah Muassis di Tebuireng, Jombang. Adapun puncak peringatan Harlah NU direncanakan berlangsung di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Dalam mauidhah hasanah yang disampaikan, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Abd Matin Djawahir menekankan bahwa ziarah ini diharapkan menjadi sarana keterhubungan batin antara jamaah dengan para Muassis NU yang telah wafat.

“Kehadiran kita dalam ziarah ini adalah bentuk pelaksanaan perintah mendoakan para pendahulu. Jika tidak ada keterhubungan, tentu tidak ada perintah untuk mendoakan. Salat jenazah yang hukumnya fardu kifayah pun hakikatnya adalah doa bagi yang telah wafat,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan adab dan tata cara ziarah yang diwariskan oleh para kiai, yakni dimulai dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, kemudian kembali membaca Al-Fatihah, serta ditutup dengan zikir dan doa secara tertib.

Selain itu, KH Abd Matin Djawahir menyampaikan keutamaan ziarah, di antaranya dapat membahagiakan para wali Allah dan menumbuhkan rasa cinta di antara yang berziarah dengan para wali. Ia menegaskan bahwa Allah SWT Maha Mengetahui keadaan batin para kekasih-Nya.

makbarah KH Faqih Maskumambang dan KH Hamid Faqih Maskumambang, rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukun. Tahlil dipimpin oleh Rais Syuriyah MWCNU Dukun Dr KH Thoyyib Mas’udi, kemudian ditutup dengan doa oleh KH Abd Matin Djawahir.

Usai berziarah, rombongan PWNU Jatim, PCNU Gresik, dan MWCNU Dukun melanjutkan ramah tamah serta diskusi santai di sebuah rumah makan di Kecamatan Dukun, Gresik.

Lebih baru Lebih lama